Pertemuan 10 Effective and Efficient Business Functions
I. Struktur dan Level Manajemen
Organisasi dipandang sebagai piramida tiga tingkat operasional, manajerial (taktis), dan strategis.
Level Operasional Fokus pada kegiatan harian yang membutuhkan data real-time atau mendekati real-time untuk kontrol dan penyelesaian transaksi, sering kali mengikuti Standard Operating Procedures (SOPs).
Level Manajerial/Taktis Merancang prosedur dan kebijakan untuk mengimplementasikan rencana strategis.
Level Strategis Manajemen puncak menetapkan misi dan tujuan jangka panjang, menggunakan data eksternal (pasar, tren) untuk SWOT Analysis.
Transisi dari sistem fungsional tradisional yang terfragmentasi (data silos) ke proses lintas fungsional yang terkoordinasi sangat penting untuk menghindari keterlambatan dan kesalahan.
II. Sistem Fungsional Utama
A. Manufaktur, Produksi, dan Transportasi
Fungsi Production and Operations Management (POM) bertanggung jawab mengubah input menjadi output bernilai tambah.
Inventory Control Systems Bertujuan meminimalkan total biaya inventaris sambil mempertahankan level optimal. Model seperti Economic Order Quantity (EOQ) dan Just-in-Time (JIT) digunakan untuk mengelola stok.
Transportation Management Systems (TMSs) Sistem yang mendukung perencanaan, rute, dan manajemen pengiriman. Tren menunjukkan pertumbuhan TMS yang harus menangani transportasi intermodal (menggunakan dua moda atau lebih) dan volume big data.
Computer-Integrated Manufacturing (CIM) / Manufacturing Execution Systems (MESs) Mengelola aktivitas lantai pabrik, memberikan pemantauan dan pelaporan produksi real-time, dan mengintegrasikan semua aspek desain dan manufaktur.
B. Penjualan dan Pemasaran
Sistem ini mendukung iklan, riset pasar, penetapan harga, dan distribusi.
Data-Driven Marketing Semakin bergantung pada data "hot" atau real-time, seperti pemasaran push-through Pay-Per-Click (PPC) yang menargetkan konsumen berdasarkan lokasi atau perilaku saat ini.
Saluran Distribusi Pemasar harus menentukan cara optimal mendistribusikan produk melalui integrasi saluran elektronik, mobile, dan fisik.
C. Akuntansi, Keuangan, dan Regulasi
Fungsi ini mengelola arus kas, aset, dan kewajiban sambil memastikan kepatuhan.
Kepatuhan dan Pelaporan Akuntansi harus mematuhi Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) dan melaporkan kepada lembaga seperti SEC. Penggunaan eXtensible Business Reporting Language (XBRL) diamanatkan SEC untuk mempermudah investor menganalisis data keuangan.
Pencegahan Fraud Fraud Risk Management sangat penting. Faktor risiko meliputi terlalu banyak kepercayaan, kontrol informal, dan rentang tugas yang luas. Internal Controls (IC), seperti pemisahan tugas (segregation of duties), yang didukung SI, menjadi garis pertahanan utama.
D. Sumber Daya Manusia (SDM)
Sistem ini fokus pada rekrutmen, pelatihan, kompensasi, dan kepatuhan terhadap undang-undang ketenagakerjaan.
Human Resource Information Systems (HRISs) Aplikasi yang dipindahkan ke intranet atau cloud (SaaS) memungkinkan karyawan mengelola tunjangan sendiri, membebaskan staf HR untuk fokus pada kepatuhan dan pengembangan talenta.
Etika Penggunaan HRIS juga menimbulkan tantangan etis terkait perlindungan privasi dan data karyawan.
Kesimpulan
Efektivitas setiap fungsi bisnis adalah hasil langsung dari kualitas proses dan sistem informasi yang mendukungnya. Dengan mengadopsi teknologi yang terintegrasi dan berorientasi data, organisasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, menjaga kepatuhan, dan pada akhirnya mengamankan keunggulan kompetitif.
Komentar
Posting Komentar