Postingan

Pertemuan Ethical Risks and Responsibilities of IT Innovations

 membahas risiko etika dan tanggung jawab dalam inovasi TI . Presentasi dibuka dengan contoh kasus pelanggaran privasi, penyalahgunaan data, dan kecanduan teknologi. Kelompok menjelaskan konsep privacy paradox , yaitu kondisi di mana pengguna peduli dengan privasi tetapi tetap memberikan data pribadinya. Topik ini memicu diskusi panjang karena sangat relevan dengan penggunaan media sosial saat ini. Selain itu, dibahas juga tanggung jawab perusahaan dalam mengembangkan teknologi seperti AI, wearable devices, dan kendaraan pintar. Dosen menekankan bahwa tidak semua yang bisa dilakukan oleh teknologi seharusnya dilakukan .

Pertemuan Project Management and SDLC

Manajemen Proyek dan System Development Life Cycle (SDLC). Presentasi dimulai dengan penjelasan mengapa banyak proyek TI gagal, yaitu karena perencanaan yang buruk, komunikasi yang tidak jelas, dan manajemen risiko yang lemah. Kelompok menjelaskan tahapan manajemen proyek, mulai dari inisiatif, perencanaan, eksekusi, monitoring, hingga penutupan proyek. Konsep triple constraint (waktu, biaya, dan ruang lingkup) menjadi poin penting yang sering dibahas dosen. Pada bagian SDLC, dijelaskan tahapan pengembangan sistem seperti perencanaan, analisis, desain, implementasi, dan pemeliharaan. Dosen menambahkan bahwa SDLC membantu proyek TI menjadi lebih terstruktur dan terdokumentasi. membahas contoh kegagalan proyek besar dan bagaimana kesalahan di tahap awal bisa berdampak hingga akhir. Dari pertemuan ini saya belajar bahwa keberhasilan sistem TI sangat bergantung pada manajemen proyek yang baik, bukan hanya kemampuan teknis.

Pertemuan IT Strategy and Balanced Scorecard

 Pada pertemuan ini, kelompok selanjutnya mempresentasikan Strategi TI dan Balanced Scorecard. Presentasi dimulai dengan penjelasan bahwa strategi TI harus selaras dengan strategi bisnis, bukan berjalan sendiri. Kelompok menjelaskan proses perencanaan strategi TI, mulai dari visi organisasi, analisis kondisi saat ini, hingga penyusunan roadmap TI. Dosen menegaskan bahwa kegagalan banyak sistem TI bukan karena teknologinya, tetapi karena tidak selaras dengan tujuan bisnis. Balanced Scorecard dijelaskan sebagai alat untuk mengukur kinerja organisasi dari empat perspektif: 1.Keuangan 2.Pelanggan 3.Proses bisnis internal 4.Pembelajaran dan pertumbuhan Dikusi menjadi menarik ketika dibahas contoh perusahaan yang menggunakan Balanced Scorecard untuk mengevaluasi kinerja TI, tidak hanya dari sisi biaya tetapi juga nilai bisnis yang dihasilkan. Catatan penting dari pertemuan ini adalah bahwa TI merupakan investasi strategis, dan Balanced Scorecard membantu manajemen memastikan TI benar-ben...

Pertemuan Data Visualization and Geographic Information Systems (GIS)

 Hari ini perkuliahan diisi dengan presentasi dari Kelompok Data Visualization dan Geographic Information Systems (GIS). Presentasi diawali dengan penjelasan bahwa visualisasi data bukan hanya soal membuat grafik yang menarik, tetapi bagaimana data yang kompleks bisa dipahami dengan cepat untuk pengambilan keputusan. Kelompok menjelaskan berbagai bentuk visualisasi seperti dashboard, chart interaktif, dan peta digital. Dosen menekankan bahwa manajer lebih mudah memahami kondisi bisnis melalui visual dibandingkan tabel angka mentah. Contoh yang diberikan cukup menarik, seperti penggunaan dashboard untuk memantau kinerja supply chain dan penjualan secara real-time. Bagian GIS menjadi topik yang paling menarik. Kelompok menjelaskan bahwa GIS menggabungkan data geografis dan data bisnis, misalnya untuk menentukan lokasi toko, analisis distribusi logistik, hingga pemetaan pelanggan. Diskusi kelas berkembang saat dosen bertanya bagaimana GIS bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, se...

Pertemuan 11 Strategic Technology and Enterprise Systems

I. Teknologi Informasi sebagai Senjata Strategis Keunggulan Kompetitif Strategi perusahaan adalah rencana untuk mencapai keunggulan kompetitif (competitive advantage) yang berkelanjutan. TI berperan sebagai senjata strategis untuk mendukung diferensiasi, penetrasi pasar baru, dan optimalisasi biaya. Model Daya Saing Porter Model Lima Kekuatan Porter digunakan untuk menganalisis intensitas persaingan dalam suatu industri. TI dapat digunakan untuk mengubah kelima kekuatan tersebut, misalnya dengan meningkatkan hambatan masuk bagi pesaing baru atau mengurangi daya tawar pembeli. Analisis Rantai Nilai Value Chain Analysis mengidentifikasi aktivitas utama (misalnya logistik, produksi, pemasaran) dan aktivitas pendukung (misalnya SDM, TI) yang menciptakan nilai. TI harus diimplementasikan pada setiap aktivitas untuk mengurangi biaya dan meningkatkan diferensiasi. II. Inisiatif Strategis yang Didukung TI TI memungkinkan berbagai inisiatif strategis seperti: Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM) ...

Pertemuan 10 Effective and Efficient Business Functions

I. Struktur dan Level Manajemen Organisasi dipandang sebagai piramida tiga tingkat operasional, manajerial (taktis), dan strategis. Level Operasional Fokus pada kegiatan harian yang membutuhkan data real-time atau mendekati real-time untuk kontrol dan penyelesaian transaksi, sering kali mengikuti Standard Operating Procedures (SOPs). Level Manajerial/Taktis Merancang prosedur dan kebijakan untuk mengimplementasikan rencana strategis. Level Strategis Manajemen puncak menetapkan misi dan tujuan jangka panjang, menggunakan data eksternal (pasar, tren) untuk SWOT Analysis. Transisi dari sistem fungsional tradisional yang terfragmentasi (data silos) ke proses lintas fungsional yang terkoordinasi sangat penting untuk menghindari keterlambatan dan kesalahan. II. Sistem Fungsional Utama A. Manufaktur, Produksi, dan Transportasi Fungsi Production and Operations Management (POM) bertanggung jawab mengubah input menjadi output bernilai tambah. Inventory Control Systems Bertujuan meminimalkan tota...

Pertemuan 9 Retail, E-commerce, and Mobile Commerce Technology

E-Commerce didefinisikan sebagai pasar yang diubah ke dalam format digital. Meskipun konsepnya relevan sejak tahun 2000-an, dosen menyoroti bahwa implementasi di Indonesia masih didominasi model dasar, belum sepenuhnya memanfaatkan potensi sistem cerdas. Artificial Intelligence (AI) menjadi kunci dalam implementasi SI yang mendalam. AI memungkinkan pemetaan dan analisis perilaku pengguna secara akurat melalui data yang terkoneksi dari media sosial dan perangkat pribadi. Data perilaku ini kemudian dapat digunakan untuk kustomisasi yang spesifik. Misalnya, AI dapat mengidentifikasi kebutuhan asupan makanan dan menyeleksi suplier bahan pangan yang relevan. Lebih jauh, sistem AI dapat memberikan solusi bundling yang kompleks, seperti perencanaan konstruksi atau pengadaan paket fashion dengan batasan anggaran tertentu. Dalam pengembangan sistem, keputusan antara model Business-to-Customer (B2C) dan Business-to-Business (B2B) harus disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks bisnis yang di...